Artikel

Home » Artikel » Antrean Haji di Malaysia 141 Tahun, Apa Penyebabnya dan Bagaimana dengan Indonesia?

JAC08627-scaled

Anda Punya pertanyaan? jangan sungkan! Silahkan masukan alamat email, nama dan nomor telepon/ nomor WA di kolom bawah ini. Dan biarkan kami yang akan mengubungi anda. Data tidak akan kami publikasikan.

Invalid Email
Please check the captcha to verify you are not a robot.
62ca98b08903c

Antrean Haji di Malaysia 141 Tahun, Apa Penyebabnya dan Bagaimana dengan Indonesia?

Antrean atau masa tunggu haji di Malaysia saat ini disebutkan mencapai 141 tahun. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Rombongan Haji Malaysia, Dato’ Sri Syed Saleh Syed Abdul Rahman, Kamis (21/7/2022). Pernyataan Syed Saleh Syed Abdul Rahman itu disampaikan ketika memimpin rombongan tim haji Malaysia berdialog dengan tim Haji Indonesia di PPIH Daerah Kerja Mekkah. “Di Malaysia 141 tahun masa tunggu. Kalau kuota 50 persen (seperti tahun ini, 2022) masa tunggu bisa hampir 300 tahun,” ujarnya, dikutip dari laman haji.kemenag.go.id.

Sebagai informasi, pada 2022, Malaysia memberangkatkan 14.600 jemaah haji. Jika kuota normal, jemaah haji yang berangkat dari Malaysia sebanyak 31.000. Sementara itu, antrean haji di Malaysia tersebut lebih lama daripada di Indonesia. Masa tunggu atau antrean haji di Indonesia paling lama 43 tahun apabila kuota 100 persen dan 86 tahun untuk kuota 50 persen.

Penyebab lamanya antrean haji di Malaysia Lihat Foto Ilustrasi ibadah haji di tanah suci Mekkah. Masyarakat Indonesia dinilai beruntung karena memiliki masa tunggu haji yang jauh lebih singkat dibanding negara tengga Malaysia. Masa tunggu haji di Malaysia dilaporkan mencapai 141 tahun.(Dok. Shutterstock) Ada beberapa penyebab ihwal lamanya waktu tunggu haji di Malaysia, yakni kuota terbatas dan aturan ketat yang diterapkan di negara itu. Malaysia melarang penderita penyakit tertentu untuk berangkat haji. Bahkan, penderita obesitas atau kegemukan menjadi salah satu syarat yang pantang dilanggar. “Ada aturan Body Mass Index (BMI) dihitung 40 ke atas tidak boleh berangkat. 35-40 kalau punya penyakit bawaan juga tidak dibenarkan berangkat, ” ujar Syed Saleh Syed Abdul Rahman. Baca juga: Apa Itu Visa, yang Membuat 46 Calon Haji Dipulangkan ke Indonesia Selain itu, calon jemaah yang memiliki penyakit bawaan seperti kencing manis dan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dilarang berangkat. Proses pemeriksaan kesehatan juga dilakukan hingga dua kali. Tahun ini, Malaysia juga menerapkan batasan usia jemaah haji adalah 65 tahun. Protokol kesehatan antisipasi Covid-19 juga diterapkan dengan melalukan PCR bagi seluruh jemaah haji sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Bagikan ini:

Posted in